Loading

Please Wait while we set
things up for you!

Wednesday, 11 October 2023 12:00

Apa itu WIFI ISP, Manfaat, Fungsi, Jenis & Contohnya

Teknologi nirkabel atau wireless menelurkan jaringan WIFI yang secara garis besar berkontribusi terhadap kehidupan manusia. Hal ini membuat Penyelenggara Jasa Internet atau ISP (nternet Service Provider) berlomba-lomba memberikan manfaat terbaik bagi ragam kebutuhan dan gaya hidup penggunanya.

Pemetaan tentang statistik telekomunikasi Indonesia, dimana segmentasinya berfokus pada masyarakat yang memiliki aksesibilitas internet mengalami perkembangan dari tahun ke tahun dengan menggunakan beragam moda (BPS, 2021).

Dimulai dari tahun 2017 hingga 2021, rumah tangga yang mengakses internet terus mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan persentase rumah tangga yang memiliki atau menguasai perangkat keras seperti komputer. 

Hal tersebut disebabkan oleh semakin mudahnya penyebaran internet melalui ragam unit transmisi, salah satunya yaitu teknologi WIFI atau wireless fidelity (atau yang lebih dikenal sebagai hotspot), yang dapat ditemukan pada fasilitas di kantor, objek wisata, cafe, maupun sekolah. Kemudian dapat dijangkau melalui telepon genggam, laptop dan masih banyak lagi. 

Apa itu WIFI ISP?

WIFI adalah singkatan dari wireless fidelity yang merupakan seperangkat sistem yang digunakan untuk menjembatani komunikasi pada jaringan lokal tanpa kabel WLAN atau Wireless Local Area Network, dengan mengikuti garis haluan IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers).

Umumnya layanan sambungan WIFI sudah terinstal langsung pada perangkat telekomunikasi seperti laptop dan smartphone. Apabila belum terinstal, maka dapat menggunakan WIFI eksternal berupa PCI, USB dan PCMCIA.

Selanjutnya, ISP merupakan akronim dari Internet Service Provider, dimana pada Permenkominfo Nomor 1 Tahun 2021 memberikan definisi mengenai Internet Service Provider atau Layanan Akses Internet yang merupakan jenis layanan dalam Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi yang menyediakan layanan internet bagi pelanggan untuk terhubung dengan jaringan internet publik.

Lalu lintas data internet disalurkan kepada pengguna melalui pembagian bandwidth yang dilakukan oleh Network Access Point (NAP) kepada ISP, kemudian dari ISP kepada pengguna. Pengguna dapat mengakses internet melalui suatu ISP dengan cara berlangganan maupun tidak berlangganan layanannya. 

Sejarah WIFI

Pada awalnya WIFI memiliki tujuan pemakaian pada perangkat wireless (nirkabel) dan jaringan area lokal seperti LAN, alih fungsi terjadi seiring perubahan era digitalisasi dimana WIFI saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk mengakses internet.

Jauh sebelumnya pada masa Perang Dunia ke II, Hedy Lamarr memiliki hak paten atas teknologi bernama Frequency Hopping, yang akhirnya berganti nama menjadi spread spectrum dengan sistem dasar yang serupa. Kemudian pada kisaran tahun 1970, IBM mulai mengembangkan teknologi WIFI dengan merancang jaringan wilayah lokal nirkabel atau WLAN yang menggunakan teknologi IR.

Brett Stewart pada konferensi Networld and interop tahun 1993 di San Fransisco, mengemukakan konsep Hotspot, dengan makna yaitu layanan internet berbasis teknologi wireless LAN yang terdapat di fasilitas publik memiliki tarif berbayar maupun non tarif. 

Dengan memanfaatkan fasilitas ini, setiap orang dapat mengakses jaringan internet melalui gadget yang mereka bawa pada lokasi yang memiliki ketersediaan layanan internet hotspot.

Manfaat atau Fungsi WIFI

Fasilitas wireless terbentang luas mulai dari komunikasi via suara sampai dengan jaringan data. Hampir semua aspek kehidupan kita bersinggungan dengan jaringan wireless, seperti telepon genggam, remote, hotspot dan masih banyak lagi. Hal ini memberikan banyak sekali manfaat untuk memudahkan pekerjaan manusia, seperti halnya:

1. Menyambungkan Perangkat

Teknologi WIFI dapat membuat dua hingga banyak perangkat terhubung satu sama lain, seperti halnya cetak foto dari handphone ke printer melalui WIFI yang tidak perlu repot memasangkan kabel USB sebagai media pengantarnya. 

2. Menyalurkan Internet

Prinsip kerja dari WIFI yaitu menyalurkan koneksi internet yang berasal dari penyedia layanan internet ke sejumlah perangkat melalui gelombang udara, sehingga peralatan elektronik dapat dengan mudah menjalankan tugasnya karena telah terkoneksi dengan internet. Seperti yang umum kita gunakan seperti laptop untuk streaming belajar online, dan mengakses sosial media melalui smartphone.

3. Pertukaran Data

WIFI memungkinkan sebuah gawai terhubung dengan internet sehingga dapat memudahkan pertukaran data antara peralatan yang satu dengan yang lainnya, tentunya tanpa perlu menggunakan kabel sebagai alat penghubung.

Keuntungan Menggunakan Jaringan Wireless

Jaringan wireless menjadi sebuah alternatif untuk melakukan interkoneksi dibandingkan dengan jaringan kabel biasa. Berbagai keuntungan dari wireless network yang umum kita jumpai seperti halnya:

1. Mobile Activty

Jaringan wireless dibangun dengan menggunakan media udara dan secara umum banyak piranti teknologi yang juga menggunakan jaringan ini, seperti telepon seluler, laptop, dan tablet. Hal ini memudahkan bagi pengguna perangkat tersebut dalam menopang kegiatan mereka (multitasking), tanpa harus terjerat oleh belitan kabel.

2. Low Cost

Teknologi wireless merupakan teknologi yang banyak peminatnya, sehingga akan terus berkembang memenuhi kebutuhan pasar. Seperti hukum permintaan, hal ini berujung pada ongkos produksi massal yang semakin terjangkau. Biaya maintenance dari jaringan inipun tergolong murah, dan komponen pendukung implementasi wireless juga mudah ditemukan sehingga membuat implementasinya menjadi rendah biaya.

3. Easy to Expand

 Umumnya perluasan jaringan tidak jarang dibutuhkan pada jaringan komputer yang sudah ada. Dengan wireless, perluasan jaringan akan jadi mudah bagi administrator karena tidak membutuhkan banyak sparepart fisik seperti kabel, dan proses instalasinya yang mudah.

4. Scale Up Productivity

Manfaat easy to mobile yang dirasakan sebelumnya akan berdampak pada peningkatan daya produktivitas dari pengguna. Berbeda dengan jaringan kabel yang hanya bisa terpaku pada satu lokasi, wireless mendukung setiap produktivitas pemakainya untuk tetap bergerak akitf.

Kelemahan Menggunakan Jaringan Wireless

Selain keuntungan yang dapat Anda nikmati manfaatnya, jaringan wireless juga memiliki kelemahan yang perlu diketahui, seperti misalnya:

1. Intereferensi

Salah satu kelemahan dalam penggunaan sistem wireless ialah adanya gangguan radio oleh cuaca, gangguan koneksi wireless lainnya yaitu terhalang oleh gedung atau tembok, pepohonan dan perbukitan.

2. Keamanan

Faktor keamanan bisa dibilang sebagai faktor utama untuk kelemahan jaringan wireless, penyebabnya ialah jaringan ini dapat dengan mudah disusupi saat pengguna asing mencoba masuk jaringan hotspot. Walaupun bisa dihalangi dengan metode autentifikasi, namun masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan cara mutahir dalam peningkatan keamanannya.

3. Kecepatan

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan traffic dari jaringan ini, faktor terbesar yaitu kendala yang muncul dipengaruhi oleh lingkungan. Dimana karakteristik dari sinyal radio melemah akibat dari interfensi yang terjadi pada lingkungan sekitar.

4. Dampak Radiasi

Paparan gelombang elektromagnetik yang tersebar melalui WIFI, sinyal telepon genggam, radio, televisi, microwave sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia. Penelitian menemukan bahwa gelombang elektromagnetik ini dapat menimbulkan stres bagi tubuh manusia. Stres dapat memicu teraktivasinya HPA-axis, kemudian CRH dan AVP akan di sekresi oleh stresor. Korteks adrenal akan distimulasi untuk mensekresi kortisol. Sehingga dapat berpotensi menyebabkan timbulnya stress, gangguan tidur dan gejala depresi bagi kalangan dewasa muda (Ras et al., 2017). 

Jenis-Jenis ISP

Internet service provider memiliki karakteristik pasar telekomunikasi yang besar, dengan ragam penawaran bagi sektor bisnis, fasilitas publik, infrastruktur negara, maupun domestik rumah tangga. Jenis ISP yang umum dijumpai seperti halnya:

1. Layanan Internet Telepon Seluler

Jenis layanan dari penyelenggaraan jasa telekomunikasi ini menyediakan service mobile network atau jaringan seluler berbasis protokol internet. Seperti misalnya paket kuota internet bagi konsumsi telepon seluler, yang dimulai pada zaman terbentuknya jaringan seluler 1G AMPS (generasi pertama) sampai pada teknologi terkini yaitu 5G.

2. Akses Internet putar-nomor

Teknologi ini lebih dikenal dengan Dial Up, yang merupakan sambungan langsung akses internet dengan menggunakan jaringan telepon tetap. Hardware seperti komputer maupun laptop  dihubungkan dengan saluran telepon dan modem menggunakan kabel telepon, agar nantinya bisa terhubung dengan internet.

3. Digital Subscriber Line

DSL adalah teknologi pengiriman data digital untuk akses data broadband yang memanfaatkan saluran telepon tembaga bagi rumah dan bisnis. Kecepatan unduhnya berkisar dari 128 Kb perdetik mencapai 24.000 Kb perdetik tergantung dari teknologi DSL yang digunakan. 

4. TV Kabel

Jenis sambungan internet yang dihasilkan melalui saluran TV Kabel serupa dengan DSL yang memakai akses data broadband, namun lebih konstan karena jaringannya disalurkan melalui kabel fiber optik. Dimana pemakaiannya menyambungkan kabel dari TV dengan modem atau router untuk mendapatkan koneksi internet.

5. Internet Satelit

Salah satu sambungan internet wireless ini memerlukan parabola dalam penyalurannya. Jaringan yang digunakan masih sama menggunakan broadband, dimana sinyal yang dipancarkan dari satelit akan diterima oleh parabola untuk kemudian disiarkan ke beragam perangkat.

6. Hotspot

Jaringan nirkabel yang umum ditemukan saat ini ialah hotspot, titik lokasinya berada pada fasilitas umum seperti bandara, cafe, taman kota dan masih banyak lagi. Kelebihan dari jaringan ini ialah penggunannya dapat mengakses tanpa kabel dan kecepatan akses yang tinggi, kekurangannya ialah koneksinya dapat terhambat akibat dari intereferensi cuaca dan gangguan lain didalam area tersebut.

Tips Memilih ISP Untuk Kebutuhan Bisnis

BPS mencatat sampai dengan tahun 2021, jumlah pelanggan ISP mencapai 12,50 juta pelanggan, dengan sebaran kategori pelanggan yakni berbentuk perusahaan sebesar 8,45%, personal 91,53%, dan warnet 0,02%. Berikut kami sajikan tips memilih Internet Service Provider untuk kebutuhan bagi bisnis Anda:

1. Resmi dan Legal

Beberapa penyedia layanan akses internet besar sudah pasti mengantongi berbagai izin yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada tahun 2021, BPS mencatat sebanyak 1307 perusahaan yang telah mendapatkan izin untuk menyelenggarakan layanan telekomunikasi di Indonesia.

Apabila ditelisik lebih dalam, izin telekomunikasi untuk penyelenggara jasa ini tidaklah mudah, sehingga agen ilegal yang mencoba bermain dalam sektor ini pastilah tidak memiliki izin yang jelas. Anda bisa menanyakan keberadaan lisensi penyedia jasa tersebut kemudian melacaknya di Kementrian terkait.

2. Memiliki Portofolio yang Berkualitas

Saat ini akan dengan sangat mudah mendapatkan review atau informasi mengenai kualitas dari ISP yang banyak beredar melalui sosial media, youtube misalnya. Pertimbangkan pula beberapa pendapat yang dikemukakan pada forum online maupun ulasan offline dari pengguna lama.

3. Jangkauan Area

Kebutuhan bisnis tentunya berbeda dengan rumah tangga, mulai dari kapasitas bandwidth, performa kecepatan, hingga ketersediaannya pada cakupan area yang membutuhkan. Gali info mengenai ketersediaan penyelenggara ISP pada lokasi bisnis Anda, pastikan untuk memilih provider yang minim mengalami gangguan pada area tersebut.

4. Layanan dan Kebutuhan

Buatlah daftar kebutuhan dan carilah informasi mengenai layanan yang ditawarkan oleh pengelenggara jasa, seperti contohnya harga, kompartemen yang didapat, ketersediaan moda pembayaran, biaya instalasi pemasangan, layanan pengaduan, jadwal maintenance rutin, dan masih banyak lagi.

5. Network Backbone

Dengan adanya jaringan backbone, kendala mengenai lemahnya interkoneksi antar jaringan lokal dapat teratasi, karena proses transfer data dengan jaringan backbone mampu memuat hingga 10 Gbps. Pilih ISP yang memiliki network backbone pada area gedung Anda, dikarenakan jaringan yang terhubung melalui backbone akan lebih aman dari turbulensi.

 

Kami membangun dan mengelola infrastruktur konektivitas terintegrasi yang dapat diandalkan, dengan lebih dari 4500 perusahaan mitra yang berkomitmen dengan Kami, iForte siap untuk menjawab kebutuhan anda. 

Jangan ragu untuk menghubungi kami melalui:

Email : contact@iforte.co.id 

Telp : (021) 2358 6320