Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia

Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia

Pt. Iforte Solusi Infotek kembali lagi menggelar webinar yang dilaksanakan secara online dengan tema “Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia” pada tanggal 16 September 2021. Webinar ini merupakan kelima dalam seri webinar Iforte, yang terakhir kali disiarkan pada tanggal 5 Agustus 2021 dengan tema “Menjadi Guru Yang Asik Di Era Online Learning”.

Webinar kali ini menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori oleh Senandung Nacita, yang merupakan pembawa berita di Liputan 6 SCTV. Narasumber pertama, Destry Anna Sari (Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan di Kementerian Koperasi dan UKM), memaparkan materi dengan judul “Wirausaha Muda Sebagai Future SMEs”. Sedangkan narasumber kedua Selliane Ishak (Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), memberikan penjelasan tentang potensi digitalisasi untuk UMKM Indonesia dengan judul “Kebangkitan Pelaku Ekonomi Kreatif”. Narasumber ketiga, Daniel Cahyadi (COO dan Co-Founder Wahyoo) memberikan presentasi terkait peran digital business entities seperti Wahyoo dalam pengembangan UMKM tanah air dengan judul ”Wahyoo: Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia“. 

Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Rony Ardhitia, selaku Vice President Director of Technology and Operation di Iforte. Dalam sambutannya, bapak Roni menceritakan bagaimana webinar ini merupakan sebuah oportunitas untuk lebih maju dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih produktif, efisien, dan kuat di Indonesia. Webinar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber.

Pemaparan pertama oleh Destry Anna Sari diawali dengan penjelasan tentang kondisi dan kontribusi UKM dalam ekonomi Indonesia. Menurut beliau, meskipun kontribusi UMKM ke perekonomian Indonesia masih relatif kecil dibanding UMKM di luar negeri, mereka mempunyai potensi kontribusi yang besar terhadap penambahan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di tanah air. Terakhir, beliau menjelaskan lebih lanjut tentang detil Kolaborasi Program Dalam Meningkatkan Rasio Kewirausahaan.

Presentasi Kedua disampaikan oleh Selliane Ishak, dimulai dengan penjelasan dampak pandemi di keekonomian kreatif Indonesia. Beliau menceritakan bagaimana meskipun banyak usaha telah terdampak secara negatif, bentuk ukm yang berdomisili dalam ranah digital telah mengalami keuntungan dan perkembangan besar. Menurut beliau, pivot ke ekonomi digital mempunyai peluang besar untuk UMKM karena dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadiri oleh pandemi.  Saat ini, hanya 37% dari subsektor bisnis kreatif yang telah melakukan pivot bisnis ke platform digital dan menurut beliau, di masa pandemi ini digitalisasi merupakan salah satu oportunitas terbesar untuk UMKM yang ingin berkembang. Beliau kemudian menjelaskan tentang bentuk inisiatif dan bantuan yang dapat diberikan Kemenparekraf untuk UMKM yang bertransformasi digital.

Pembicara terakhir, Daniel Cahyadi menjelaskan tentang peran digital businesses dalam membantu mendukung pengembangan UMKM lokal. Beliau memulai dengan menjelaskan bagaimana mayoritas dari UMKM indonesia mengalami kesulitan dalam mengakses layanan finansial seperti pinjaman bank dan hibah. Menurut beliau, masalah ini telah membatasi banyak wirausaha untuk menginisiasikan usaha mereka karena tidak dapat meraih funds yang sesuai. Daniel melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana masalah ini dapat diatasi dengan mengalihkan usaha ke platform digital. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana platform seperti Wahyoo membantu mengalihkan UMKM untuk melakukan pivot digital via pinjaman monetary, pelatihan dan dukungan.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara, beserta juga pengumuman dari pihak Iforte tentang acara ‘Ifortepreneur 4.0” yang disampaikan oleh Bapak Victor Sihombing, head dari Marketing Communications Iforte.

Webinar selengkapnya dapat disimak di channel Youtube Official Iforte.

Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia

Jakarta, 16 September 2020

Pt. Iforte Solusi Infotek kembali lagi menggelar webinar yang dilaksanakan secara online dengan tema “Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia” pada tanggal 16 September 2021. Webinar ini merupakan kelima dalam seri webinar Iforte, yang terakhir kali disiarkan pada tanggal 5 Agustus 2021 dengan tema “Menjadi Guru Yang Asik Di Era Online Learning”.

Webinar kali ini menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori oleh Senandung Nacita, yang merupakan pembawa berita di Liputan 6 SCTV. Narasumber pertama, Destry Anna Sari (Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan di Kementerian Koperasi dan UKM), memaparkan materi dengan judul “Wirausaha Muda Sebagai Future SMEs”. Sedangkan narasumber kedua Selliane Ishak (Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), memberikan penjelasan tentang potensi digitalisasi untuk UMKM Indonesia dengan judul “Kebangkitan Pelaku Ekonomi Kreatif”. Narasumber ketiga, Daniel Cahyadi (COO dan Co-Founder Wahyoo) memberikan presentasi terkait peran digital business entities seperti Wahyoo dalam pengembangan UMKM tanah air dengan judul ”Wahyoo: Kebangkitan UMKM Kreatif Indonesia“. 

Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Rony Ardhitia, selaku Vice President Director of Technology and Operation di Iforte. Dalam sambutannya, bapak Roni menceritakan bagaimana webinar ini merupakan sebuah oportunitas untuk lebih maju dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih produktif, efisien, dan kuat di Indonesia. Webinar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber.

Pemaparan pertama oleh Destry Anna Sari diawali dengan penjelasan tentang kondisi dan kontribusi UKM dalam ekonomi Indonesia. Menurut beliau, meskipun kontribusi UMKM ke perekonomian Indonesia masih relatif kecil dibanding UMKM di luar negeri, mereka mempunyai potensi kontribusi yang besar terhadap penambahan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di tanah air. Terakhir, beliau menjelaskan lebih lanjut tentang detil Kolaborasi Program Dalam Meningkatkan Rasio Kewirausahaan.

Presentasi Kedua disampaikan oleh Selliane Ishak, dimulai dengan penjelasan dampak pandemi di keekonomian kreatif Indonesia. Beliau menceritakan bagaimana meskipun banyak usaha telah terdampak secara negatif, bentuk ukm yang berdomisili dalam ranah digital telah mengalami keuntungan dan perkembangan besar. Menurut beliau, pivot ke ekonomi digital mempunyai peluang besar untuk UMKM karena dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadiri oleh pandemi.  Saat ini, hanya 37% dari subsektor bisnis kreatif yang telah melakukan pivot bisnis ke platform digital dan menurut beliau, di masa pandemi ini digitalisasi merupakan salah satu oportunitas terbesar untuk UMKM yang ingin berkembang. Beliau kemudian menjelaskan tentang bentuk inisiatif dan bantuan yang dapat diberikan Kemenparekraf untuk UMKM yang bertransformasi digital.

Pembicara terakhir, Daniel Cahyadi menjelaskan tentang peran digital businesses dalam membantu mendukung pengembangan UMKM lokal. Beliau memulai dengan menjelaskan bagaimana mayoritas dari UMKM indonesia mengalami kesulitan dalam mengakses layanan finansial seperti pinjaman bank dan hibah. Menurut beliau, masalah ini telah membatasi banyak wirausaha untuk menginisiasikan usaha mereka karena tidak dapat meraih funds yang sesuai. Daniel melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana masalah ini dapat diatasi dengan mengalihkan usaha ke platform digital. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana platform seperti Wahyoo membantu mengalihkan UMKM untuk melakukan pivot digital via pinjaman monetary, pelatihan dan dukungan.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara, beserta juga pengumuman dari pihak Iforte tentang acara ‘Ifortepreneur 4.0” yang disampaikan oleh Bapak Victor Sihombing, head dari Marketing Communications Iforte.

Webinar selengkapnya dapat disimak di channel Youtube Official Iforte.

Bagikan artikel ini

Berlangganan iForte News

Bergabunglah dengan iForte News untuk mengikuti berita terbaru terkait layanan dan solusi dari iForte

Artikel Terkait

Peran Pemuda dalam Digitalisasi

Peran Pemuda dalam Digitalisasi

Sekilas tentang peran pemuda dalam digtalisasi Tanah Air

Lihat Lebih Right
SMN sustainability update: SMN Group meluncurkan implementasi Program Kepemilikan Saham untuk Manajemen & Karyawan (“MESOP”)

SMN sustainability update: SMN Group meluncurkan impl...

SMN Group, termasuk Protelindo, iForte dan anak-anak perusahaan lainnya, mengumumkan adanya  implementasi MESOP bagi seluruh manajemen dan karyawan.

Lihat Lebih Right
whatsapp